Judulnya Pengabdian Pada Masyarakat. Iya, itu adalah sebuah event yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran angkatan 2012. Angkatan saya alhamdulillah tentunya. Dalam acara ini kami mengadakan bakti sosial yang sangat besar dengan target peserta 400 pasien, tapi tanpa diduga-duga pasien yang datang berjumlah 447 pasien alias lebih banyak dari target awal. Alhamdulillah lagi itu merupakan nilai plus bagi kami. Perlu kalian ketahui juga kalo acara ini diadakan di dua desa di daerah Garut, Jawa Barat, yaitu desa 1, Desa Sukawargi dan desa 2, Desa Margamulya dengan jarak diantara kedua desa tersebut sepanjang 4 km. Wow, cukup jauh tentunya dengan berjalan kaki. Jadi, kami memerlukan transportasi dan supir yang tak sedikit, dan saya salah satu penunjangnya -_- Pengabdian Pada Masyarakat 2013 atau PPM 2013 ini terlaksana selama 3 hari. Pada hari pertama diadakannya Panggung Rakyat di Desa Sukawargi. Wuih, panggung rakyatnya, alhamdulillah lag...
Hai! Tulisan ini mungkin adalah tulisan yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar calon peserta Penugasan Khusus Nusantara Sehat. Tema tulisan kali ini adalah seberapa besar insetif yang diterima oleh para peserta Nusantara Sehat. Atau yang lebih enak didengar, yaitu gaji peserta Nusantara Sehat. Besaran insentif peserta Nusantara Sehat terbagi menjadi beberapa kategori yang diurutkan berdasarkan jenjang pendidikannya serta kriteria penempatannya. Jika diurutkan berdasarkan jenjang pendidikan, maka Dokter dan dokter gigi menempati perolehan insentif tertinggi. Lalu disusul oleh S1 yang memiliki profesi lainnya selain dokter atau dokter gigi, contohnya apoteker atau ners. Di bawahnya lagi untuk S1 dan DIV. Menempati urutan terakhir, yaitu D3 dan tenaga kesehatan lainnya. Jika diurutkan berdasarkan kriteria penempatannya, maka kriteria penempatan sangat terpencil akan mendapatkan insentif yang lebih besar pula dibandingkan kriteria terpencil. Kriteria terpencil akan mendapatkan ins...
Belasan tahun aku tinggal di rumah ini. Tempat berlindung dari terik matahari dan hujan badai. Tempat aku beristirahat di panasnya siang dan dinginnya malam. Rumah ini memiliki dua lantai dengan cat dominan warna krim. Ada teras dan pagar yang membatasi dan mengamankan rumah. Dahulu teras tersebut berisi berbagai macam tanaman ibu, tapi sekarang sudah dibongkar untuk garasi mobil. Empat kamar tersedia di dalamnya. Kamar aku dan kedua adikku, serta kamar ibuku. Tidak terlalu luas, namun tidak terlalu sempit. Seharusnya, aku bersyukur memiliki rumah yang dapat ditinggali setiap hari. Kata mahfudzot Arab: Rumahku, istanaku. Baitii jannatii. Namun bagiku, rumah ini tidak seperti istana. Dapur yang sempit. Keran kamar mandi sering bocor. Air hangat sering tidak menyala. Air sering macet. Dinding mengelupas. Orang tua yang sering mengekang. Sungguh, terlalu banyak hal yang membuatku tidak nyaman tinggal di rumah orang tuaku. Aku ingin memiliki rumah sendiri. Aku ingin ...
Comments