Hai!
Setidaknya izinkanku untuk menyapamu di dunia maya ini. Setelah percakapan terakhir kita berujung terciptanya ruang kosong yang bernama jarak. Dan kamu berhenti beredar di sekelilingku. Terkadang kata tidak menjelaskan rasa. Toleransi terhadap perbedaan makna terlampau kecil. Aku dengan persepsiku, dan kamu dengan persepsimu. Kita berjalan menuju makna berbeda. Hingga tak kutemukan kau di persimpangan manapun. Mungkin hanya hati yang terpaut yang mampu menjawab segala pertanyaan tanpa harus mengeluarkan kata. Tolong. Tolong jangan membuat gue merasa bersalah dengan setiap detail perkataan yang pernah gue ucapkan. Tolong jangan membuat kesimpulan sendiri dengan segala persepsimu. Coba kita telusuri secara perlahan akar masalah ini. Kita selesaikan bersama-sama. Should, you? Gue bukan seorang perempuan bodoh yang tidak peka terhadap sinyal lelaki. Dua ...