Posts

Showing posts with the label Reblog

Kebaikan Laki-laki

Kalau kita lihat, di dunia ini ada banyak sekali laki-laki yang baik. laki-laki yang rajin sekali ke masjid dan tekun sekali beribadah. laki-laki yang gigih sekali belajar dan giat sekali bersekolah. laki-laki yang begitu sungguh-sungguh bekerja dan menjemput nafkah. laki-laki yang sangat setia dan taat kepada kedua orang tuanya. laki-laki yang nyaris tidak punya catatan keburukan. kalau beruntung, kebaikan-kebaikan itu berkumpul di satu orang. Kalau kita pikir-pikir dan rasakan, mungkin ada laki-laki baik yang berbuat baik kepada kita (perempuan). menjadi sahabat dan mendengarkan seluruh keluh kesah kita. memberikan semangat setiap hari. mengantarkan kita pulang atau pergi. membelikan makanan saat kita sakit. mengirimi kita berbagai kado. menjadi orang pertama yang panik saat sesuatu tak baik terjadi kepada kita. menjadi yang paling penasaran atas tulisan kita atau karya kita. mungkin ada, laki-laki yang menyayangi kita. T api taukah kamu? sesungguhnya kebaikan laki-laki yan...

Lautan Luas

[Instagram]  "Lautan yang lebih luas daripada samudera adalah hatiku." -Kurniawan Gunadi   Hati adalah sesuatu yang rentan terkena penyakit, banyak orang menyebutnya dengan nama 'sakit hati'. . Penyakit hati identik dengan kata maaf. Namun, kata maaf bukanlah obat yang cukup mujarab untuk menyembuhkannya. Ada suatu ruang di hati yang di dalamnya tersimpan kata ikhlas. . Ikhlas itulah yang menjadi obat dari segala penyakit hati. Kesal, marah, benci, dendam, iri, serta dengki akan sirna jika kita berhasil menemukan ikhlas dan menariknya keluar dari dalam diri. . Menemukan kata ikhlas tak semudah mengutarakannya melalui bibir. Perlu ada kekuatan lebih yang harus kita keluarkan. . Selamat jika kamu telah berhasil menemukannya! Selamat karena kamu telah mengarungi lautan terluas. . . . Dago Pojok, 15/4/16 -White Rose-

Cerpen: untuk Kakak Terbaik

Sepeda motor melaju kencang, aku memeluk erat kakakku dari belakang. Aku benci betul dengan motor sport kakakku ini karena sangat tidak nyaman untuk duduk dibelakang. Itu membuatku harus memeluk kakakku, mungkin orang mengira kami adalah sepasang kekasih. “Hai Adik sayang, jangan tidur!” kakakku tiba-tiba menyentak. “Eh enak aja! Kakak jangan ngebut, pegel nih dibelakang,” jawabku ketus. “Salah sendiri gak bisa pakai motor kakak ini,” ujarnya. “Yeee, jual aja ganti yang matic biar bisa gantian,” aku semakin ketus. Kami berhenti diperempatan dekat sekolah SMA kami dulu. Sebuah mobil berhenti disebelah kami. Terlihat di dalamnya ada sepasangan suami istri juga orang tuanya. Terlihat begitu bahagia, meski aku tidak mendengar apa yang mereka katakan. Aku tersenyum. Aku menghela nafas. Mobil itu berjalan, kami pun. Aku memerhatikan kakaku dari belakang, memerhatikan kepalanya yang tertutup helm full-face , memerhatikan tangannya yang memegang stang motor, memerhati...

Untukmu

Via: nol3nol4 alias Finka Hey kamu yang diujung sana! Apa kabarmu sekarang? Tak apa kalau saat ini dirimu sedang tidak dalam kondisi terbaikmu. Aku yakin kamu sedang berproses. Tak apa kalau kini kamu menyadari banyaknya kekurangan dalam diri. Aku yakin kamu semakin mengenali dirimu sendiri. Tak apa kalau sekarang dirimu sedang dalam kondisi terjatuh. Aku yakin kamu akan bangkit dan segera berlari. Suatu saat aku akan melihat kamu sebagai seseorang yang utuh. Suatu saat aku dan kamu akan bertemu sebagai seseorang yang sudah selesai dengan urusan diri sendiri. Hey kamu yang kupandang dalam cermin. Tenanglah. Nikmati perjalananmu, ambil pelajaran sebanyak-banyaknya agar kelak kamu memiliki cerita untukku, atau anak-cucumu. Sampai jumpa.. Kan kunanti saat itu :)

Dialog

Laki-laki : Aku tidak meminta Tuhan untuk melahirkanku sebagai laki-laki. Dan ketika aku tahu aku menjadi laki-laki ketika lahir. Aku menangis. Betapa tidak. Tanggungjawabku sangat besar dan aku sibuk bermain-main. Ketika dalam genggam tangan dan bahuku aku disuruh memikul tanggungjawab pada 4 perempuan (ibu, istri, saudara perempuan, dan anak perempuan). Apakah aku sanggup? Ketika diwajibkan bagiku mencari nafkah untuk keluargaku. Meski habis tenaga. Apakah aku kuat mencukupi mereka semua?  Ketika diwajibkan bagiku mengangkat senjata dan melindungi kehormatan keluargaku juga agamaku. Nyawa kutaruhkan di muka. Beranikah aku? Ketika baktiku lebih besar kepada orang tuaku daripada anak dan istriku. Mampu adilkan aku? Jika dipundakku ditanggungkan beban memimpin kapal rumah tangga agar mencapaikan surga bagi keluargaku. Amanahkah aku? Perempuan : Aku pun tidak meminta Tuhan untuk melahirkanku sebagai perempuan. Ketika aku tahu aku menj...

Jika Istrimu Seorang Dokter....

Ketika seseorang memilih untuk menginjakkan kaki di dunia kesehatan, maka dia telah menyerahkan sebagian besar hidupnya kepada masyarakat. Hanya sebagian kecil darinya yang dia ditinggalkan untuk keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Waktunya akan lebih banyak dihabiskan untuk orang lain daripada untukmu sebagai suaminya atau anak-anak. Pikiran dan tenaganya akan tercurah kepada orang-orang asing yang mungkin tidak akan mengingatnya dalam setiap doa, tidak sepertimu atau orang tuanya. Kamu tahu? Dia akan lebih sering di rumah sakit daripada di rumahmu sendiri. Itu bukan karena dia menyukai rumah sakit. Rumahmu tetaplah tempat yang membayang di pelupuk matanya setiap detik dia di rumah sakit. Karena rumah sakit adalah tempat yang penuh tekanan. Jika kamu bukan tenaga kesehatan, maka tidak akan terbayangkan seperti apa rasanya hidup di sana. Jangan heran jika seringkali mereka menyebutnya “rimba raya”. Maka ketika dia terlihat dingin dan lelah, peluklah. Peluk sampa...

Secret Admirer

Secret Admirer itu di mata gue adalah orang yang mau mencintai tapi tak berani mengambil resiko. Yang namanya cinta itu emang nggak bisa selalu mulus. Yang namanya cinta itu kan emang harus ada perjuangannya. Dan pastiin juga, orang yang lagi diperjuangin itu ngerti. Biar apa? Biar si target nyadar kalo dia sangatlah berarti. Berkorban tanpa kenal lelah, tapi si target nggak pernah liat? Sama aja kayak PDKT sama dispenser. Tapi, hey.. Gimana bisa lo bilang cinta, kalo lo ngebiarin dia jalan sendirian di luar sana? Gimana lo bisa bilang cinta, kalo lo gak tau dia lagi ada masalah apa? Gimana lo bisa bilang cinta, kalo lo nggak pernah berani nawarin pundak lo buat bersandar dia? Kalo kasusnya kayak gitu, 'cinta-tanpa-pamrih' yang lo maksud itu cuma bisa lo nikmati sendiri, tanpa ngasih sedikitpun kesempatan buat dia ngerasain juga. Itu bukan cinta tanpa pamrih, tapi cinta tanpa tujuan. Iya.. Dengan cara itu elo nggak bakal ke ...