Posts

Cerpen: Cerita Sore

     "Yah, nanti yang membiayai adik siapa?" Nada, seorang anak berusia 16 tahun menanyakan pertanyaan yang ia sendiri tidak memiliki alasan untuk bertanya. Kalimat tanya itu keluar dari mulutnya begitu saja.      Lelaki yang disebut Ayah hanya terdiam, sebagai jawaban atas pertanyaan putri sulungnya.      "Huss. Kenapa Kakak bertanya seperti itu? Kan masih ada Ayah dan Bunda." ujar seorang perempuan berusia 42 tahun yang tak lain adalah seorang istri dari lelaki yang dipanggil Ayah.      Tiga hari kemudian remaja perempuan itu mendapatkan alasan dari pertanyaannya tersebut. Ayahnya tak lagi menjadi seorang kepala di keluarganya. Tanggung jawabnya sebagai seorang kepala keluarga berakhir seiring dengan usianya yang berhenti. Kini, tanggung jawabnya diemban oleh istrinya dan tentu saja secara otomatis sebagai anak pertama, putri pertamanya harus membantu sang kepala keluarga yang baru. ...

Curhat: Drama Puskesmas 2

     Kemarin, sudah diceritakan di sini bahwa gue dan 5 orang teman gue (Nia, Linggar, Fira, Osin, dan Bella), disambut dengan hangat dan ramah oleh petugas TU Puskesmas Cibeunying. Selanjutnya, kami memberikan proposal dan surat dari pihak kampus sebagai bukti bahwa Puskesmas ini menjadi tempat praktik kerja lapangan kami selama 3 minggu ke depan. Proposal diterima oleh Ibu Nur, petugas TU yang menyambut kami pertama kali di Puskesmas. Ibu Nur menyarankan kami untuk duduk di bangku pasien karena dokter Kepala Puskesmas belum datang. Kami pun menunggu sambil melihat keadaan sekitar Puskesmas.      Petugas Puskesmas mulai berdatangan. Salah satunya dokter umum yang masih tergolong muda. Gue tebak mungkin dia baru saja sumpah dokter sekitar 5-8 tahun yang lalu. Ia dengan ramahnya menceritakan bagaimana kegiatan koasnya dahulu.      “ Saya dulu waktu putaran Ilmu Kesehatan Masyarakat cuma sekedar lewat doang, Dek. G...

Curhat: Drama Puskesmas

     Gue adalah salah satu orang yang paling excited ketika putaran Public Health (PH) di FKG Unpad akan berlangsung. Sekitar empat minggu yang lalu, gue sangat bersemangat ketika dibagikan kelompok Puskesmas. Gue terlalu bosan dengan keadaan RSGM, that’s why I’m so happy saat mendapatkan putaran di luar RSGM. Ketika pembagian kelompok, gue sekelompok dengan 4 orang sahabat gue. Sialnya, mereka semena-mena menunjuk gue jadi ketua kelompok. Oke, gue mencoba terima dengan lapang dada.      Minggu pertama dihabiskan dengan pengarahan mengenai Puskesmas. InshaAllah semua berjalan lancar. Dua kali pertemuan gue dan teman-teman sekelompok duduk di paling depan. Gue berusaha sebanyak-banyaknya mencerna ilmu di salah satu departemen yang gue senangi. Sisanya? Duduk di paling belakang. Okesip. Minggu pertama ini juga saatnya rebutan Puskesmas dengan cara mahasiswa memberikan 10 nama Puskesmas yang akan diajukan ke Dinas Kesehatan Kota Bandu...

Hijrah

     Suatu sore di pelataran masjid kampus di daerah Semarang, dua orang perempuan berusia 20 tahunan sedang bercakap-cakap selepas solat ashar berjamaah.      “Apa yang akan kamu lakukan dengan buku itu?” perempuan berjilbab cokelat muda bertanya sembari melipat mukena masjid.      “Aku yang akan meminta tanda tangan dosen itu, supaya kami semua dapat pergi bersamaan. Oiya, nanti tolong antarkan aku ya untuk mengambil buku itu, sekalian kita beli takjil untuk berbuka saja.” perempuan satunya lagi menjawab sambil membenarkan letak jilbab biru mudanya.        Perempuan pertama terdiam sejenak, wajahnya memancarkan raut muka bingung. Hal ini tidak sempat tertangkap oleh perempuan kedua yang masih sibuk membenarkan hijabnya.        “Hmm, Rin.” kata perempuan pertama ragu-ragu menyapa sahabatnya.      “Yaa?” perempuan yang bernama Rina...

Rindu

Hai rindu, aku rindu! Dengar. Rinduku ini tak bertuan. Tunggu sampai rindu ini penuh, dan kau akan kuberikan seluruhnya. #akhirnyanulisjuga

DICARI! NISRINA!

Kenapa akhir-akhir ini jari saya tidak bersemangat untuk menyentuh keyboard ? Kenapa ide yang ada di kepala menjadi begitu sulit untuk dituliskan? Kemana Nisrina yang kalo kesel sama orang langsung nulis? Kemana Nisrina yang kalo menyemangati diri sendiri lewat tulisan sok berfaedah? Kemana Nisrina yang jika jatuh cinta mengungkapkan perasaannya melalui tulisan? Aku rindu Nisrina yang suka menulis. Aku rindu Nisrina yang hobi curhat lewat tulisan. Kurindu Nisrina yang semangat dan mencapai target tepat waktu. Aku rindu diriku. #QuarterLifeCrisis . Fyi, I think I need Psikolog, for sure.

Philophobia.

Philophobia. Delapan tahun saya menjomblo (yaa kira-kira dikurang setengah tahun dengan hubungan tanpa status), saya rasa saya menderita philophobia. Ketakutan akan jatuh cinta. Pertama kali kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang, lalu ketika mencapai puncak perasaanmu, dia ternyata selingkuh di depan matamu. Putus dengan cara yang gak baik sama sekali. Mungkin inilah yang menyebabkan saya menderita philophobia. Yaa, dan saya baru sadar jika saya menderita penyakit ini. Yeuh. Selain itu, melihat seseorang yang benar-benar kamu percaya dan kamu sayangi selingkuh di depan matamu. Hal ini membuatmu sangat amat membenci jatuh cinta. Buat apa jatuh cinta jika pada akhirnya kamu berselingkuh? Saya pernah membuat postingan tentang kekesalan saya terhadap jatuh cinta, jauuuh sebelum saya sadar kalau saya philophobia. Sepertinya sejak saat itu, saya benar-benar membenci semua pria dan benar-benar muak dengan segala macam kisah percintaan. Saya memiliki riwayat trauma terhadap jatu...