Posts

Showing posts with the label Galau

Coffee

  “ Caramel latte panas satu, karamelnya gak usah banyak-banyak, ya!” kataku pada penjaga kasir di kedai kopi langgananku siang itu. “Lo mau apa?” tanyaku sembari menengok pada seseorang di sebelahku.   “ Cappuccino satu ya, Mas!” jawabnya sambil mengeluarkan dompet dari saku celana belakangnya. “Gue aja yang bayar.” ujarnya sambil mengeluarkan uang seratus ribuan.   Aku tersenyum simpul padanya, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari tempat. Voila! Got it!   “Di sana aja yuk, tempatnya nyaman, bisa lihat air mancur, ada colokannya juga.” kataku sambil menunjuk dua buah kursi berhadapan dengan meja bulat di depan pintu kaca yang membatasi ruang ac dan smoking. Di balik pintu kaca terdapat air mancur dengan kolam ikan berisi koi dengan perpaduan warna oranye dan putih.   “Oke.”   Aku mendekatkan diri kepadanya, “Terima kasih traktirannya, gue duduk duluan, yah.”   Ia mengangguk pelan.  Aku berjalan menuju kursi ters...

Kiat untuk Move On.

Move on , menurut google translate artinya berpindah, berjalan terus. Kemarin malam, gue gak sengaja baca instastory teman, “Perempuan itu mainannya hati. Apa-apa dibawa perasaan.” Dasar kamu perempuan! Dikasih hati, minta jantung. Sungguh, saudari-saudariku yang seiman, gue sangat menganjurkan untuk tidak bermain hati kepada sesuatu hal yang tidak belom pasti. Apalagi jika lo adalah tipe altuirsm . Ingin menolak sulit, namun mengiyakan bukan merupakan sebuah solusi yang baik. Solusinya adalah dengarkan suara hatimu. Dengarkan jawaban Allah melalui perantara-Nya. Kembali ke judul, sebuah pertanyaan paling mendasar yang paling sering ditanyakan ke diri gue sendiri adalah, “ Kenapa seseorang bisa move on?” Seseorang dikatakan bisa terus berjalan karena ia telah berhasil untuk memaafkan diri sendiri. Kenapa seseorang bisa sukses? Ia mengetahui bahwa ia salah langkah, lalu ia memaafkan kesalahan yang ia lakukan, serta mengambil langkah lainnya untuk terus bergerak maju. Sulit? ...

Bahagia dengan Bersyukur

Image
“Bahagia itu kita yang menciptakan.”      Gue pernah mendengar quotes seperti ini, tapi entah di mana. Lupa. Yang jelas, untuk kehidupan koas yang menyengsarakan seperti saat ini, bahagianya gue adalah berasal dari diri gue sendiri. Kalo ada laki-laki memberikan gue bunga setiap hari juga gak akan menjadi moodbooster bagi gue. Mohon maaf nih ya, sayangnya untuk saat ini gue enggak peduli dengan apa yang sudah Anda berikan ke gue. Semoga Allah menggantikan uang yang Anda keluarkan, anggap saja memberi makan dan hadiah untuk anak yatim, ya gak?      Koas dokter gigi itu membuat lelah hati. Gue merasa ingin selalu kabur dari kenyataan jika mengingat hal apapun mengenai dunia perkoasan. Kenapa? Karena gue merasa bahwa gue belum memiliki mentor yang pas untuk membantu gue menghadapi dunia perkoasan ini. Gila, Nis, sudah hampir dua tahun Anda koas ditambah masa preklinik 4 tahun. Anda harus mengejar ketertinggalan Anda selama itu? Mari kita mulai belaj...

DICARI! NISRINA!

Kenapa akhir-akhir ini jari saya tidak bersemangat untuk menyentuh keyboard ? Kenapa ide yang ada di kepala menjadi begitu sulit untuk dituliskan? Kemana Nisrina yang kalo kesel sama orang langsung nulis? Kemana Nisrina yang kalo menyemangati diri sendiri lewat tulisan sok berfaedah? Kemana Nisrina yang jika jatuh cinta mengungkapkan perasaannya melalui tulisan? Aku rindu Nisrina yang suka menulis. Aku rindu Nisrina yang hobi curhat lewat tulisan. Kurindu Nisrina yang semangat dan mencapai target tepat waktu. Aku rindu diriku. #QuarterLifeCrisis . Fyi, I think I need Psikolog, for sure.

Pintu Masuk

Kalau mau masuk ya masuk, kalau mau keluar ya keluar! Jangan masuk-keluar, masuk-keluar, nanti pintunya rusak kalau bolak-balik kamu buka. Ih sudah kubilang jangan berdiri di depan pintu! Kalau mau masuk ya masuk, kalau mau keluar ya keluar! Kamu tahu tidak? Kamu tuh menghalangi orang lain yang mau melewati pintu ini. Tuh lihat! Yang di luar ingin mengetuk pintu tapi karena ada kamu di depan pintu, dia langsung berlalu begitu saja. Salah siapa? Ya salah kamulah! Ini ada orang yang hendak keluar rumah tapi kamu masih bertahan di depan pintu, tidak masuk dan tidak keluar. Coba kamu pikirkan dahulu, dia harus keluar lewat mana selain lewat pintu ini? Mendingan sekarang kamu tentukan sikap, kamu itu sebenarnya ingin masuk atau keluar dari rumahku? Depok, 07 Januari 2017 -White Rose-

Ragu

   Kukira kesempatan ini akan menjadi yang terakhir, tapi tetap saja ragu selalu hadir. Tiba-tiba muncul dihadapan keyakinan yang sudah kubangun tinggi. Perlahan kucoba berdialog dengan Tuhan, memastikan keraguan. Namun, ragu selalu menghantui dan menggerogoti keyakinan satu demi satu. Lantas, saya harus berbuat apa untuk mengenyahkan segala bentuk keraguan tak beralasan ini? Memaksa Tuhan untuk meyakinkan? Ah, saya hanya sekecil semut yang jika diinjak seorang manusia ruhnya akan segera meninggalkan jasadnya. Punya kuasa apa saya terhadap Tuhan Yang Maha Besar?    Tuhan, saya lelah. Saya lelah dengan segala bentuk pencarian ini. Tuhan, apakah Engkau masih mengujiku? Menyuruhku terus mencari di sepanjang sisa umurku? Kenapa tidak langsung kau beritahu saja kepada diriku siapa seseorang yang tepat untuk mengakhiri keraguan ini? Apakah ia yang sering kusebut namanya dalam doa? Atau ternyata ada manusia berbeda yang lebih sering menyebut namaku dalam doanya? D...

Cerpen: Bumi Berhenti Berputar

    Detik itu, aku merasa bumi berhenti berputar. Bumi seakan menjauh dari matahari. Dentuman musik salah satu band papan atas di negaraku seperti berhenti bergema. Suara vokalis band tersebut terdengar samar-samar. Udara menjadi terasa sangat dingin. Kakikupun sangat kaku. Aku membeku.     Detik itu, aku melihatmu kembali!     Bersama seorang wanita, yang merengkuhmu dengan penuh cinta.     Alunan musik berubah menjadi suara yang teramat bising. Hiruk pikuk manusia berubah menjadi tembok yang perlahan menyempit, seakan-akan mendekatkan jarak antara kita. Jarakpun dengan santainya mengejekku, “Hai manusia, lihatlah! Inilah akibat kamu bermain-main denganku! Aku telah membuat jarak antara kalian semakin membesar! Silakan kamu rasakan sendiri akibatnya!”     Dalam kebekuan, aku memandang punggungmu, sembari berusaha bernafas normal. Namun sekuat apapun aku berusaha, aku tetap tidak mampu mengeluarkan karb...

Cerpen: BERHARAP

   Entahlah, di setiap harinya ada rasa yang membuncah ketika sekedar melihat namamu hadir di timeline media sosialku. Rasanya bersyukur melihat kamu baik-baik saja di sana. Iya. Di sana.     Hei, apa kabar? Ingin rasanya aku menyapamu. Ingin rasanya aku menanyakan bagaimana kabarmu hari ini. Aku ingin menuangkan segala keluh kesahku padamu, bercengkrama denganmu di setiap detik yang kuhabiskan. Aku ingin menjadi tempatmu berpulang ketika kamu membutuhkan rumah.     Ada rasa senang yang tak terhingga ketika kamu sekedar meletakan serangkaian kalimat di kolom komentar media sosialku. Aku merasa kamu masih berada di ruang lingkupku, walaupun pada kenyataannya kehadiranmu kau berikan untuk orang lain.      Lima tahun. Bagaimana bisa waktu selama itu kuhabis untuk mengharapkan orang sepertimu? Lelaki lain dengan mudahnya datang dan pergi di pikiranku, tapi kamu. Iya, kamu. Tidak pernah beranjak sedikitpun dari ...

Curhat: Random Night

“Jika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Beda konteks sih, tapi gue tetap yakin. Insha Allah, Allah akan mengganti yang gue tinggalin dengan yang lebih baik. It was sad, saw the person you loved with someone else. Hah. Rasanya tuh kayaaaakkkk, yaAllah tolong teguhkan rasa ikhlas dalam hatiku. Semoga apa yang hamba pilih adalah pilihan yang menurutmu baik. Bismillah. Semangat, Nisrina. Lo paham agama, tapi lo gak mengaplikasikannya dalam kehidupan lo kan sama aja boong. Haha. Believe in Allah’s plan weh-lah. After all this time, I’ll be more carefull to take my heart’s care. Jatuh cinta tuh gak salah, yang salah tuh bagaimana cara kita menyikapi cinta itu. Pokoknya, intinya adalah..... “Jika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Bandung, 1 November 2016 Wisuda hari pertama, Gelombang I -White Rose-