Posts

FUTUR - CAGEUR

[Futur] adalah sebuah penyakit dengan gejala malas, enggan, lamban dan tidak semangat padahal sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh dan penuh semangat. Sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da'i dan penuntut ilmu, sehingga menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan. Hmmm. gue bukanlah seorang ahli ibadah, apalagi da'i. Namun, kondisi diri saya saat ini benar-benar sedang futur. Kabur dari semua hal yang gak ingin gue lakukan. Ayo, Nis. Segera balik ke keadaan semula. Cepat kembali lagi ke Ninis yang dulu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Randomly, masa aku kangen KKN. Hahahahahahaha. Kangen masa-masa dimana yang ada di pikiran aku tuh sekedar besok uang kas yang keluar berapa banyak, mau masak apa, dan kegiatan besok apa aja. That's all. Gak perlu memikirkan Warta K3m4, P3w1r4, sk1psh*t, dan berbagai mac...

Benih

"Jangan terlalu senang saat ada bunga yang tumbuh di kebunmu, mana tau itu berasal dari benih yang tak sengaja tertanam." AH (via dentistauziri ) "Benih yang tidak sengaja jatuh dan tumbuh subur tanpa pupuk. Atau mungkin benih itu sengaja dijatuhkan oleh pemiliknya, namun ia tak mengharapkan lebih dari sekadar membuangnya di halaman mu." (via Lecron Panas ) Maukah kamu menghabiskan waktu untuk menumbuhkan bunga yang tak diharapkan? Sia-sia. So, jangan pernah berharap lebih. . . . . Apalagi pada manusia. Lab Komputer FKG Unpad Jatinangor, 20 Oktober 2015 -White Rose-

Untukmu

Via: nol3nol4 alias Finka Hey kamu yang diujung sana! Apa kabarmu sekarang? Tak apa kalau saat ini dirimu sedang tidak dalam kondisi terbaikmu. Aku yakin kamu sedang berproses. Tak apa kalau kini kamu menyadari banyaknya kekurangan dalam diri. Aku yakin kamu semakin mengenali dirimu sendiri. Tak apa kalau sekarang dirimu sedang dalam kondisi terjatuh. Aku yakin kamu akan bangkit dan segera berlari. Suatu saat aku akan melihat kamu sebagai seseorang yang utuh. Suatu saat aku dan kamu akan bertemu sebagai seseorang yang sudah selesai dengan urusan diri sendiri. Hey kamu yang kupandang dalam cermin. Tenanglah. Nikmati perjalananmu, ambil pelajaran sebanyak-banyaknya agar kelak kamu memiliki cerita untukku, atau anak-cucumu. Sampai jumpa.. Kan kunanti saat itu :)

Ujian Hidup

Minggu ini adalah minggu terberat dalam tahun ini. Bukan karena banyak tugas, tapi karena hati dan pikiran terasa sangat penuh untuk menampung beban lagi. Organisasi, kepanitiaan, keuangan, tugas kuliah, semuanya campur aduk menjadi satu.   Penat? Sangat Ditambah kontrakan yang super berantakan menambah penuh ruang di kepala. Berantakannya juga karena gue sih.................................. Someone said to me, I can share my feeling with him. It’s not as simple as u think, dude. Lo punya masalah, gue juga punya masalah. Lebih baik menyelesaikan seorang diri dibanding membagi beban pikiran dengan seseorang yang bisa dibilang sahabat juga bukan. Gue sadar kok, sekarang adalah masa-masa dimana Tuhan berada sangaaat jauh dari gue. Gue masih belum istiqomah. Setan terlalu mepet dalam merayu gue. Solat, perilaku, lisan, bahkan hati gue sudah diporak-porandakan olehnya. Tuhan sedang menguji gue saat ini. Apakah dengan hadirnya organisasi...

September

Sudah sebulan gak nulis apapun di blog. Dan ngeliat postingan terakhir itu rasanya..................... asjdkwkashaofhwi. Absurd. Mesyembrele. Kali ini mau bahas dua topik. Pertama, soal kenapa di 2015 ini saya menerima banyak tawaran yang membuat saya lebih pusing dari 7 keliling. Iya. Iya. Iya. Mungkin aku terlalu banyak menyebut kata itu. Meng-iya-kan permintaan yang masuk, bukannya menolak dari awal. Mungkin, seandainya aku menolak dari awal, perasaan ini gak akan terlanjur kebawa sampai sedalam ini. Iya, perasaan stress ketika memikirkan bagaimana cara menjalankan amanah sebanyak ini. "Tapi, saat ini gue lagi ngekoor 2 acara dan 1 proker di BEM. Gue takut fokus gue terpecah." "Ya masa lo enggak mau bantuin gue, Nis? " Akhirnya aku pun mengiyakan...................................... "Jadi bagaimana? Mau kan bantuin aku? Katanya kamu mau menyadarkan teman-teman yang lain." "Mau, tapi bukan begini caranya. Aku mau mengejar s...

Am I?

Hai dear, kenapa kamu memilihku untuk menemanimu membeli kebutuhan harian? Kamu itu manusia yang terkenal di fakultasmu loh. Bahkan di lingkup kampus juga tak sedikit mahasiswa yang tak mengenalmu. Dengan perbandingan 1 dengan 500 mahasiswa universitas di Bandung ini yang kamu kenal, mengapa kamu justru meminta diriku? Memangnya kamu tidak memiliki teman perempuan lain di fakultasmu? Memangnya tidak ada teman organisasimu yang sedang menganggur hari itu? Kenapa harus aku? Hey, dude, Am I the spesial one for you? #throwbackonedaybeforeKKN Cageur, 7 Agustus 2015 -White Rose-

KKN Day 5

Kuliah Kerja Nyata, atau biasa disebut dengan KKN. Kegiatan rutin mahasiswa Unpad yang sudah melewati 80 SKS. Alhamdulillah gue sudah (hampir) mendekati 100, makanya KKNnya semester ini. Banyak hal yang aku pelajari dari KKN ini, salah satunya mengabdi pada masyarakat. Entahlah, menurutku pengabdian adalah hal yang patut kita lakukan untuk membayar semua yang telah aku lakukan di dunia ini. Sudah 2 hari ini aku dan teman-teman perempuanku diajak koordes untuk mengabdikan diri ke masyarakat dengan cara mengajar ngaji. "Eh, Nis. Tapi ngaji gue belom bener." kata Diana. "Lo pikir gue bener? Tahsin aja masih level 1, Di...... Da bilang aja ke adenya kita sama-sama belajar." jawabku. "Hahaha. Lo kira mereka mahasiswa yang bisa diajak bertukar pikiran." ujar teman sefakultasku itu. Alhamdulillah, satu hal yang patut di sukuri di KKN ini adalah bisa se-desa KKN bersama Diana. Kami berdua mempunyai visi yang sama serta pemikiran yang sedikit sama. Jadi, ketik...