Posts

DICARI! NISRINA!

Kenapa akhir-akhir ini jari saya tidak bersemangat untuk menyentuh keyboard ? Kenapa ide yang ada di kepala menjadi begitu sulit untuk dituliskan? Kemana Nisrina yang kalo kesel sama orang langsung nulis? Kemana Nisrina yang kalo menyemangati diri sendiri lewat tulisan sok berfaedah? Kemana Nisrina yang jika jatuh cinta mengungkapkan perasaannya melalui tulisan? Aku rindu Nisrina yang suka menulis. Aku rindu Nisrina yang hobi curhat lewat tulisan. Kurindu Nisrina yang semangat dan mencapai target tepat waktu. Aku rindu diriku. #QuarterLifeCrisis . Fyi, I think I need Psikolog, for sure.

Philophobia.

Philophobia. Delapan tahun saya menjomblo (yaa kira-kira dikurang setengah tahun dengan hubungan tanpa status), saya rasa saya menderita philophobia. Ketakutan akan jatuh cinta. Pertama kali kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang, lalu ketika mencapai puncak perasaanmu, dia ternyata selingkuh di depan matamu. Putus dengan cara yang gak baik sama sekali. Mungkin inilah yang menyebabkan saya menderita philophobia. Yaa, dan saya baru sadar jika saya menderita penyakit ini. Yeuh. Selain itu, melihat seseorang yang benar-benar kamu percaya dan kamu sayangi selingkuh di depan matamu. Hal ini membuatmu sangat amat membenci jatuh cinta. Buat apa jatuh cinta jika pada akhirnya kamu berselingkuh? Saya pernah membuat postingan tentang kekesalan saya terhadap jatuh cinta, jauuuh sebelum saya sadar kalau saya philophobia. Sepertinya sejak saat itu, saya benar-benar membenci semua pria dan benar-benar muak dengan segala macam kisah percintaan. Saya memiliki riwayat trauma terhadap jatu...

Rindu part Sekian

Hai, apa kabar? Setidaknya izinkan aku untuk menanyakan kabarmu hari ini. Terima kasih telah mengkhawatirkanku. Setidaknya aku sekarang paham rasanya dikhawatirkan ibu karena belum pulang lewat pukul 10 malam. Terima kasih untuk tiga bulannya. Setidaknya aku mengerti rasanya tersenyum tanpa sebab yang jelas. Kamu tahu rindu? Rinduku ini aku bungkus khusus untukmu. Aku menantikan sebuah kesempatan yang bernama pertemuan. Jangan terlalu lama. Aku takut ia busuk di perjalanan menujumu. Tapi tunggu sebentar. Di sini apa hanya aku yang membungkus rinduku? Aku memang wanita posesif. Aku mengira akulah sang pemilik tawamu. Aku pikir akulah satu-satunya sumber senyummu. Dan aku tak pernah mengetahui kebenarannya sampai saat ini. Hai, aku jalan dulu yah ke depan. Setidaknya kenangan tentangmu masih tersimpan rapi dan masih memungkinkan bagiku untuk membukanya. Jika kamu menemui aku di persimpangan jalan, sapa aku! Aku ingin memberikan rinduku padamu. Dan aku, akan selalu menantikan rindu...

Kegagalan

Suatu saat gue ditanya oleh seseorang yang menurut gue hebat, "Nisrina, kamu pernah gagal?" Mikir sedetik. Gagal? Hmm. Kok kayaknya selama ini hidup gue lempeng-lempeng aja ya.... Kegagalan gue hanya berupa hal-hal kecil, seperti praktikum gagal di ACC, pekerjaan koas gagal di ACC dosen, ujian remed mulu, pas responsi disuruh keluar, atau gagal mendapatkan hati doi wk canda. "Pernah." Pada akhirnya gue menjawab dengan kata itu. Iya, gue pernah gagal. Sebenernya semua kegagalan yang gue sebut di atas itu pun, juga sebuah kegagalan. Walau kecil, juga tetep aja disebut gagal. Dan yaa, perlu gue akuin, kalo semua kegagalan gue murni karena usaha gue yang masih kurang. Lo pengen ambil remot TV di meja, tapi posisi lo sekarang ada di kasur, dan lo mager. Lo cuma berdoa, ya Allah, hamba ingin remot TV itu ada di tangan hamba. Wk, plis itu cuma mimpi kalee, kecuali lo punya kekuatan supranatural untuk memindahkan suatu benda. Lalu orang it...

SEMIFINAL

Image
Semua orang pasti pada gak nyangka (bahkan aku pun beneran gak nyangka). Lolos menjadi 60 besar semifinalis Abang None JT. Sebenarnya sudah menyangka sih bakal masuk seminfinal, karena gue cukup bisa membaca feeling, jadi ketika kemarin pengumuman semifinal aku sudah dapat menebak bahwa aku dapat lolos ke tahap ini. Alhamdulillah. Aku gak pernah nyangka dan gak pernah terpikirkan sebelumnya mau ikutan kontes peagant kayak gini. Dandan gak bisa, jalan gak cantik, saat berbicara dengan orang lain pun masih cengengesan. So, ketika aku mengetahui adanya kontes itu, akupun merubah diri habis-habisan. No, I didn’t change it all, I’m just changed myself to be an adult. Lebih dewasa, lebih tenang, lebih tegap dalam berjalan, lebih humble, dan mengubah diri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena aku sadar, aku tidak cukup kompeten untuk menjadi seorang None jika aku masih menjadi aku yang dahulu. Yuk, throwback. Sabtu, 11 Maret 2017 adalah hari pertama seleksi Abang None Timur...

Destinasi? Kesehatan?

Menurut kamu, apakah bisa Jakarta dijadikan sebagai destinasi kesehatan? Destinasi? Kesehatan? Mikir sedetik. Ah bodo amat yang penting gue jawab. Terima kasih kepada dewan juri yang sudah memberi pertanyaan kepada saya, saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Tapi, sumpah gue lupa banget tadi gue jawab apa. Intinya, kira-kira gue menjawab seperti ini, "Tentu saja bisa! Karena Jakarta itu sebagai Ibukota dari Indonesia, dan menurut saya masyarakat Jakarta lebih aware terhadap kesehatan di bandingkan kota-kota lain di Indonesia. Untuk itu Jakarta memang sangat potensial untuk dijadikan sebagai destinasi kesehatan bagi Indonesia. Terima kasih." Udah feeling sih ibu-ibu pariwisata itu bakal nanya ke gue, soalnya Beliau bolak balik melihat gue terus. Mungkin karena di awal gue bilang kalo gue mahasiswa fakultas kedokteran gigi kali yaa, makanya beliau lebih menekankan ke pertanyaan tentang kesehatan. Pake belepetan bingung mau ngomong apa...

Fyuuuh

Dear, Nisrina. Lo pernah menyisihkan 80 orang lain saat SNMPTN. Kenapa saat ini lo harus takut? Ketika SD lo pernah malang melintang di dunia perlombaan. Kenapa sekarang nyali lo ciut? Coba liat lagi CV lo, organisasi yang lo pernah ikuti lebih dari 10. Kepanitaan lo juga gak kalah banyak. Dear, Nisrina. Katanya lo ngaku-ngaku sebagai aktivis, kenapa sekarang lo jadi pesimis? Dear Nisrina, you say, you must break your limit. You must take a step from your comfort zone. So, this is your time, Nis! You must prove it, both yourself and others! Nisrina know that Nisrina can! Semangat Nisrina! Allah bersamamu, dan semesta mendukung lo! Bismillah, for the day after tomorrow :) Fyi, kenapa siy gue selalu deg-degan kek gini, cape tau. Hue