Posts

Showing posts with the label Hidup

Tips sebelum Memasang Kawat Gigi 1

Image
Back to the first time I wanted to use behel/kawat gigi/alat ortodonsia cekat. It was around 12 years ago, when I was at 1st grade at Senior High School. I knew that something wrong with my anterior right upper teeth. Agak maju ke depan sedikit dan sebelahnya rada mundur ke belakang. Then, gigi geligi rahang bawah gue juga gak rapi. Karena pertama faktor keturunan, gigi Ayah dulu gak rapi, Bunda juga, rahangnya kecil pula. Waktu itu sempat mengajukan proposal pemasangan kawat gigi sama Ayah, kondisinya Ayah lagi sakit apa ya. Emang kurang ajar nih gue jadi anak. Lalu kata Ayah, "Iya nanti pasang kawat gigi yaa." Kemudian, Ayah wafat dan sudahlah, bye kawat gigi :") Kemudian aku mendapatkan rezeki mendadak, alhamdulillah. Cita-cita setelah 12 tahun lalu, akhirnya tercapai gaes. Sebenernya gue pernah nulis target pasang orto di tahun 2019, alhamdulillah akhirnya terlaksana juga di penghujung tahun 2020. Gapapa. Warna power O (karet orto fix) pertama gue adalah: PINK! HAHA....

Saat sebuah kenikmatan di pending

Image
Jadi beginilah rasanya nikmat dipending dulu. Laper, melihat adik makan A&W dan diriku hanya mampu makan sup. Ingin nasi, namun masih beradaptasi. Hanya bisa minum susu, minum rootbeer, minum air putih. Makan bubur cepat saji yang bernama super bubur. Tak apa yg penting ada makanan masuk. Padahal tadi siang masih bisa makan naget beserta tahu tempe dan sayur kangkung. Kemaren masih makan tuna fillet beserta ubi goreng. 😭😭😭 Ini sebuah nikmat untuk sesuatu yang lebih baik. Bagaimana jika nikmat sehat dicabut? Gak bisa jalan-jalan, hanya bisa tiduran. Gak bisa memandang dunia luar. Nikmat gigi masih utuh. Gimana kalo udah ompong? Ah, jadi kita seharusnya bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Alhamdulillah ala kulli hal. Copot men karetnya H+2 jam selesai pemasangan WKWKWK. Ini abis makan kentang goreng...... Dan yaa karena emang karetnya bapuk aja sih 🤣🤣 Ah iya, sebenernya yang dirasakan saat pertama kali dipasang (sebelum difiksasi kawat dan karet ya...

Tentang Mengatur Emosi

Image
Yap, pas banget fotonya Jin Hyung pas lagi emosi karena member yang lain gamau bantuin dia menyelesaikan misi foto bersama hahahahaha. Sebenernya gue bingung kenapa judulnya tentang mengatur emosi, jadi paling mau cerita aja kali ya. Setelah melewati hectic day seminggu ke belakang ini, gue akhirnya sedikit bisa bernapas legaaaa dan istirahat dulu buat nonton RUN BTS. You did great, Nisrina! Hari ini fangirling dulu, wk. Walaupun deadline GTSL, Orto, Konser, di depan mata, aku mau istirahat doloooo. Semalem udah benerin akriliknya kok, hari ini tinggal dibenerin dikit-dikit lagi aja (edit: ngetik tulisan di atas kemarin pagi, tapi dilanjut malem dan ternyata susah banget ga masuk-masuk plat akriliknya ke model, hiks, malem ini mau dicoba lagi sampe masuk dan gak keungkit.) Keep progress, kalo kata Abay.👌🏼 Nah hari ini mau bernapas dahulu setelah beberapa hari ke belakang baru bisa bobo jam 6/7 pagi (tapi bangun jam 11 wk kecuali pas ada...

Kuingin Menyerah 😭

Image
Me right now: Aing geus gelo. Aing geus gelo. Otak gue mau meledak banget wakakakak. Since Asam Mefenamat made me gastritis, I never ate that again. So, thank you Paracetamol 600mg, you did great! Oktober kemarin seluruh to do list berhasil gue centang dengan penuh kebanggaan. Sayang tak terdokumentasi dengan baik karena langsung diapus. Evaluasi November ini. Dari 7 to do list koas, gue hanya berhasil mencentang 4 list doang 😭😭😭😭😭😭 Oh ini toh rasanya gagal. Oh ini toh rasanya berhasil namun tak berhasil *naon. Padahal udah biasa gagal, tapi gue lebih seneng kalo kegagalan yang gue raih beralasan. Yak, mari dievaluasi lagi, kenapa 3 to do list Nisrina tidak berhasil diselesaikan? Oh, bulan ini kan fokus gue terbagi dua dengan Dekat juga. I put my heart and thought in every desain that I did. Bulan ini alhamdulillah udah bikin 10 konten (desain dan caption) dan berhasil di upload di IG Dekat. Belum bales-balesin chat dari pasien konsul di IG wk. Ini yaaa rasanya jadi m...

Dua

Image
Dua ribu dua puluh dipenuhi dengan ketidakpastian dalam hidup. Quarter life crysis. Permasalahan hidup. Pembelajaran menuju kedewasaan. Mencari makna kehidupan. Memahami keinginan diri sendiri. Berdamai dengan ekspektasi. Hidup dengan bahagia dan tentram. Dua ribu dua belas saya resmi berpisah dengan sahabat SMA saya setelah dua tahun berjuang bersama. Jakarta-Bandung-Jogja. Terlebih di tahun terakhir masa putih abu-abu. Dua belas jam saya dihabiskan bersama mereka. Bahkan keluarga saya kalah. Enam ke enam. Enam pagi berangkat menuju sekolah, enam sore selesai belajar bersama. Entah itu di rumah Eyang Uti saya, di rumah Eno, di rumah Via, atau di rumah Aday. Bertemu dengan mereka lagi, mereka lagi. Makanya tidak heran jika, salah satu dari kami memiliki masalah yang lain akan langsung mengetahui tanpa bercerita. Dua puluh enam  tahun usia rata-rata kami. Dulu mungkin belum terbesit dalam pikiran kami, di usia dua puluh enam akan menjadi seperti apa. Akan memiliki apa. Dulu yan...

Teman Berjalan

Teman Berjalan Sabtu malem, Uji randomly said mau curhat ke gue. Uji adalah wakil koordinator Forum Indonesia Muda Regional Bandung tahun 2019 ini. Akhirnya baru terealisasi Minggu sore ini, karena kemaren malem kita sama-sama tepar dan sore inilah waktu berdua kita yang klop. Topik curhatan Uji sore ini adalah “Kok aku ngerasa temen-temen kita pada pergi ya, Teh?” “Teh, Uji sedih nih. Uji deket sama Qonit, ternyata Qonit udah mau kerja. Uji dulu deket sama Teh Medin, terus Teh Medin pergi ke Jakarta. Teh Zahra udah berangkat ke Jerman. Kak Malik sekarang udah kerja. Kak Fary udah mau kerja juga akhir tahun ini. Teh Uwi udah mau nikah, nanti pasti ikut suaminya. Gayus udah mau wisuda bulan depan.” “Sekarang tinggal siapa lagi Teh temen-temen Uji di Bandung? Teh Ninis, Bi Upeh, Teh Sepir, Harum, Harum udah mau sidang 29 Juli ini. Uji tuh sedih, kok kaya Uji yang diem aja ya gak kemana-mana.” Keluh Uji panjang lebar. “Kemaren pas Uji curhat sama Bi Upeh, kata Bi Upeh,...

Terima kasih BPIP Unpad!

Terima kasih BPIP Unpad! "Welcome back RSGM, Nisrina!" said me to myself. Yap, Muthi adalah salah seorang koas yang berhasil menarik gue kembali dari nikmatnya dunia mimpi dan ketidakstabilan hati serta otak. Hari ini (gue nulis ini awalnya tanggal 19 Juli malam) gue akhirnya kembali kerja di RSGM, bukan kerja pasien, tapi kerja foto rontgen periapikal. Gue gak siap menghadapi kenyataan bahwa gue harus mengerjakan pasien. Gue gak siap mental menghadapi kenyataan kerja pasien hahaha. Terima kasih Muthi sudah memfasilitasi gue kerja pasien RSGM. Hampir satu bulan gue gak kerja pasien RSGM. 26 Juni adalah hari terakhir gue ke RSGM untuk diskusi splinting yang sampai hari ini belom gue tanda tangan diskusinya..... Siang ini harus ke RSGM ah. Semoga tidak wacana (akhirnya wacana sih). Karena bingung mau nulis apa, dan udah nulis judul kek yang di awal, gue ingin menceritakan proses self healing gue ke Psikolog. Gile ya sampe ke Psikolog. Jadi sebelum ke Psikolo...

30 Days Nisrina Writing Challenge

30 Days Nisrina Writing Challenge Assalamualaikum! Sampurasun! Ini hari keempat gue dalam menyelesaikan tantangan menulis gue. Jujur, gue gak membuat list tema yang harus gue buat perharinya karena pas awal nulis emang gak kepikiran mau bikin challenge ini. Awalnya nulis selama dua hari berturut-turut, lalu gue mengingat kembali tujuan hidup gue. Menjadi manusia yang bermanfaat. Asyeq. Nah, bermanfaat ini adalah sesuatu yang luassss banget, kudu diturunin nih jadi sesuatu yang lebih spesifik dan lebih nyata. Alhasil, dapatlah satu turunan, yaitu bermanfaat melalui kemampuan gue untuk menulis. Turunan satu lagi adalah melalui another skill gue, yaitu dari dokter gigi dengan mengabdi kepada negeri, menyembuhkan manusia yang menderita sakit gigi dengan kemampuan gue ini, dan tentunya atas izin Allah juga karena semua ilmu gue ini berasal dari Allah semata. Gue menyadari bahwa tulisan gue masih berantakan tanpa tema. Oh jelas sekali, karena gue masih loncat dari nulis A ...

Kondangan!

Kondangan! Hari Minggu 4 minggu yang lalu, gue pergi dari pagi sampe malem buat kondangan. Siang jam 11.00 kondangan Raina di Cawang Kencana. Malem jam 19.00 kondangan Adit di Manggala Wanabakti. Gue menghabiskan waktu di jalan 1,5 jam buat Depok - Cawang tambah 1.5 jam Cawang - Depok. 2,5 jam Depok - Slipi (dengan mampir-mampir ke rumah Cece dan Bungas) tambah 1,5 jam Slipi - Depok. Total 7 jam gue menghabiskan waktu di perjalanan. Seperti perjalanan Depok - Cirebon. Sia-sia sekali waktu yang gue keluarkan. Anyway, ada beberapa hal yang ingin disampaikan di sini. Perihal kekejaman hidup. Selama perjalanan menuju Slipi. Salah satu temen gue bercerita bahwa dia ditinggal nikah oleh gebetannya yang ternyata setelah dia berikan foto gebetannya ke gue, gebetannya adalah sepupu jauh gue. Yap, intinya si temen gue yang akan gue sebut Melati ini, suka dengan sepupu jauh gue yang akan gue sebut dengan Thomas. Kita gak akan pernah mengetahui siapakah orang yang akan menjadi tem...